Portal Kabupaten Sijunjung

HADAPI LEBARAN APA ADANYA

0

Bupati Sijunjung H. Yuswir  Arifin Datuak Indo Marajo berharap dan mengimbau jemaah Masjid Al Jamik Nagari Kunangan Parik Rantang (Kunpar), Kecamatan Kamang Baru supaya menghadapi hari raya Idul Fitri 1438 H apa adanya. Jangan memaksakan kehendak dan memperturutkan hawa nafsu.

“Saya berharap serta mengimbau jemaah Masjid Al Jamik Kunpar khususnya dan masyarakat Kabupaten Sijunjung umumnya supaya menghadapi hari raya Idul Fitri seadanya. Jangan memaksakan kehendak dan memperturutkan hawa nafsu,” kata bupati ketika memimpin tim Ramadhan Kabupaten Sijunjung bersilaturrahim dengan jemaah Masjid Al Jamik Kunpar, Kamis (8/6) malam.

Tim yang didampingi Camat Kamang Baru; David Rinaldo, beranggotakan delapan orang. Terdiri dari anggota DPRD; Sarikal, Kepala Dinas Pekerjaan Umum; H. Budi Safarman, Kepala Dinas Kesehatan; Ezwandra,  Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran; Mashariyanto, Kabag Kesra; H. M. Hasbi, Kabag Humas dan Protokol; Hendri Chaniago, wartawan Singgalang; Nasrul Rasyad dan Kasubag Protokol; Amrican.

Jika kehendak atau hawa nafsu yang diperturutkan, pada akhirnya akan berdampak buruk terhadap diri dan keluarga, karena untuk memenuhi tuntutan yang tidak terukur, tidak tertutup kemungkinan terjadinya sesuatu yang seharusnya tidak terjadi. Misalnya mengutang atau menjual dan menggadaikan barang yang dimiliki.

“Bila ini yang terjadi, tentunya kita akan menghadapi persoalan baru setelah lebaran berlalu. Utang harus dibayar, gadaian harus ditebus. Untuk itu hadapilah Idul Fitri sesuai kemampuan. Jan minta angok kalua badan,” kata bupati mengulangi imbauannya.

Jika disadari, hari raya Idul Fitri tidak perlu dihadapi dengan segala yang baru serta dengan hidangan beraneka ragam kue dan masakan istimewah.

Terlebih bagi yang tidak menunaikan ibadah puasa.  Karena lebaran itu tidak untuk berpesta pora, tapi untuk merayakan hari kemenangan bagi kaum muslimin yang beriman setelah berjuang sebulan penuh dalam menahan haus dan lapar serta nafsu angkara murka.

Jika tidak berpuasa pada bulan Ramadhan, kemenangan apa yang akan dirayakan pada 1 Syawal. Hanya kemenangan semu, atau sekedar jadi antimun bungkuak, masuak karanjang lai  masuak etongan indak.

Begitu juga bagi umat Islam yang telah melaksanakan ibadah puasa dengan tulus dan ikhlas serta penuh perhitungan, yang paling tepat dilakukan adalah menghadapi lebaran dengan apa adanya.

Kalau   memang  memiliki sedikit kelebihan harta, alangkah baiknya didermakan kepada fakir miskin dan yatim piatu yang kurang beruntung dalam hidupnya. Sebab, disamping perbuatan itu akan lebih berarti dan bermakna di hari kemenangan, juga dianjurkan oleh Allah SWT  kepada kaum muslimin dan muslimat yang senantiasa mencari keredhahan-Nya, kata Bupati Yuswir Arifin.

Selain menyampaikan imbauan, dalam bersilaturrahim itu, bupati menyerahkan sumbangan Al Quran standar 10 buah dan tikar karpek sajadah tiga gulung untuk masjid yang dikunjungi. nas@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.