Portal Kabupaten Sijunjung

FASLI JALAL KUNJUNGI PERKAMPUNGAN ADAT

0

Mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional RI, Prof.Fasli Jalal mengajak warga perkampungan adat Nagari Sijunjung untuk terus melestarikan tradisi Mambantai Adat menjelang memasuki bulan Ramadhan. “Tradisi yang telah bertahun-tahun berjalan ini agar tetap dipertahankan,” ucap Fasli Jalal ketika melihat perkampungan adat Nagari Sijunjung.

Dihadapan Bupati Sijunjung, Yuswir Arifin, Kepala Dinas Pendidikan, Efigon, Kepala Bagian Kesra Setdakab, Mukharlis dan Wali Nagari Sijunjung, Effendi, Fasli Jalal yang juga Dosen Universitas Negeri Jakarta, mengingatkan semua pihak, khusus Dinas Parsenibudpora setempat agar mendokumentasikan tradisi Mambantai Adat yang telah dilaksanakan secara turun menurun tersebut.

 “ Kita khawatir, kalau tidak didokumentasikan tradisi yang telah berjalan bertahun-tahun itu akan hilang dan generasi muda tidak bisa lagi menjumpai kegiatan seperti itu,” kata Fasli Jalal yang juga mantan Dirjen PAUDNI Kementrian Pendidikan Nasional RI.

Apalagi, sambung mantan Kepala BKKBN Pusat, tradisi Mambantai Adat tersebut diiringi dengan  pertunjukan kesenian tradisional anak nagari, seperti randai dan kesenian tradisonal lainnya.

Kesenian tradisional randai, sebut dia, merupakan kesenian anak nagari, dan sekaligus kekayaan budaya lokal yang kemungkinan tidak mungkin ditemui di daerah lainnya di luar Sumatera Barat.

Fasli Jalal mengkhawatirkan, jika tidak segera didokumentasikan, baik dalam bentuk foto maupun dalam audio visual atau video, tradisi atau budaya lokal yang telah dilaksanakan secara turun temurun itu akan hilang seiring perkembangan teknologi.

Sebelumnya, Kepala Bagian Kesra Setdakab, Mukharlis dan Wali Nagari Sijunjung menyebutkan, Mambantai Adat merupakan tradisi menyemblih kerbau menjelang memasuki bulan suci ramadhan.

Tradisi yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini, sebut Mukharlis yang juga ninik mamak di Nagari Sijunjung, diiringi dengan pertunjukan kesenian tradisional anak nagari berupa randai.

 “ Penampilan kesenian tradisional randai saat acara mambantai adat untuk menghibur masyarakat yang menyaksikan prosesi adat tersebut,” jelasnya.-zet@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.