Portal Kabupaten Sijunjung

Evaluasi Program Kampung KB, Ini Kata Wabup Arrival Boy

0

Muaro, MC Sijunjung- Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk dan KB) Kabupaten Sijunjung adakan ekspos grand design pembangunan kependudukan Kabupaten Sijunjung 2018-2043 serta evaluasi program kegiatan kampung KB di Aula Dinas PUPR, Rabu (11/12).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sijunjung, Arrival Boy, dengan narasumber dari Provinsi Sumatera Barat, Prof.Dr.Ir. Rahmat Syahni Z, MS, M.Sc dan juga hadir perwakilan OPD, Camat serta Wali Nagari se-Kabupaten Sijunjung.

Dalam sambutannya, Wabup Arrival Boy menyebutkan bahwa pembangunan di suatu wilayah/daerah akan berhasil apabila penduduk sebagai modal dasar pembangunan kondisinya kondusif, tidak hanya sisi jumlahnya yang mencukupi, struktur dan persebarannya yang menguntungkan, tetapi juga kualitasnya dan sumberdayanya harus memadai.

” Oleh karena itu, akan sangat ideal pembangunan itu didukung oleh jumlah penduduk yang ada sesuai dengan daya dukung alam dan lingkungannya, serta laju pertumbuhannya terkendali yang diikuti dengan tingginya kualitas sumberdaya manusia,” Jelas Boy.

Ia menerangkan bahwa pembangunan itu salah satu inputnya adalah penduduk. Pembangunan bisa baik kalau input penduduknya juga baik.

“Oleh sebab itu, agar kita bisa memastikan bahwa penduduk yang dimiliki oleh Kabupaten Sijunjung adalah penduduk yang baik atau berkualitas, maka segala aspek yang menyangkut tentang penduduk itu harus dipikirkan, hal itu dapat menyangkut pendidikannya, kesehatannya, ekonomi, kesejahteraan sosial dan sebagainya ” katanya.

Sementara itu, Prof. Rahmat Syahni menjelaskan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) ini merupakan dokumen strategis berjangka panjang yang wajib disusun oleh pemerintah pusat maupun daerah.

“Sebagaimana kita ketahui, dalam rangka mewujudkan kualitas penduduk yang tinggi, diperlukan adanya pedoman bagi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Hal itu menindaklanjuti Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 153 Tahun 2014 tentang Grand Design Pembangunan Kependudukan,” jelasnya.

Kemudian, Ia menjelaskan salah satu upaya pengendalian kuantitas penduduk melalui program keluarga berencana yang tentunya tidak dapat dirasakan secara instan akan tetapi akan sangat terasa pada saat 20 tahun ke depan. Pembangunan dibidang kependudukan merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak seketika dapat dinikmati dan juga sebagai pembangunan SDM berkualitas dimasa datang.

“Dengan menurunnya penduduk usia balita, meningkatnya usia produktif dan meningkatnya usia lansia karena derajat kesehatan masyarakat yang membaik maka akan dapat mendorong struktur penduduk kearah yang lebih baik, tentunya juga akan menurunkan angka depency rasio/angka ketergantungan dan pada gilirannya akan menuju bonus demokragrafi sebagai modal pembangunan dan jika sebaliknya kita tentu akan menjadi ancaman bagi pembangunan,” urai Prof Rahmat.

Semua ini mesti kita lakukan dengan komitmen yang mewujudkan implementasi yang baik didalam pelaksanaan pembangunan. Semua pihak juga mesti melakukan sinegritas yang baik, sehingga kegiatan pembangunan pengendalian kuantitas penduduk akan berjalan lebih baik lagi di khususnya di Kabupaten Sijunjung, himbaunya.(Dicko)@infopublik.sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.