Portal Kabupaten Sijunjung

EVALUASI DIRI DENGAN MOMENTUM PERGANTIAN TAHUN HIJRIYAH

0

Memanfaatkan momentum pergantian tahun umat Islam dari 1438 H ke 1439 H yang awal tahun baru 21 September mendatang, kaum muslimin yang senantiasa mencari keredhan Allah SWT, tidak ada salahnya mengevaluasi diri, sudah sejauh mana  mendidik anak, sesuai kewajiban dan tanggungjawab.

Baik itu pendidkan formal dan non formal, terutama pendidikan keagamaan serta pegangan dan pandangan (filosofi) hidup di Minangkabau, adat  basandi syarak, syarak basandi kitabullah.

Ini perlu dilakukan, karena generasi muda sekarang adalah harapan dan tumpuan, bangsa, negara dan agama yang akan melanjutkan berbagai pembangunan di masa mendatang, kata buya H. Yusuf, Kamis  (14/9), di Muaro Sijunjung.

“Anak adalah amanah dan titipan Illahi. Baik buruknya mereka, akan kita pertanggungjawabkan di makamah Tuhan nantinya. Untuk itu, selaku orangtua,  kita dituntut dan berkewajiban memelihara, membina serta  mendidik mereka sejak dini, sesuai syariat dan ajaran Islam, supaya mereka tidak membawa kesengsaraan bagi kita di alam Akhirat nantinya,” ulas Yusuf.

Cukup banyak yang bisa dilakukan dalam upaya menanamkan nilai-nilai agama kepada anak sedini mungkin. Diantaranya membiasakan diri berkata lemah lembut, sopan dan santun dalam penghidupan sehari-hari di rumah tangga.

Membiasakan dalam rumah tangga mendirikan shalat berjemaah, membaca kitab Suci Al Quran secara bersama serta menggalakan didikan subuh dan wirid remaja, kata Yusuf mencontohkan.

Hal lain yang juga perlu diwaspadai oleh para orangtua, seiring  kemajuan teknologi dan lajunya arus informasi, tanpa dapat dicegah budaya Barat masuk dengan derasnya sampai ke kamar remaja di pelosok nagari dan jorong, sehingga begitu mudah disaksikan oleh  para pemuda dan pemudi. Pada hal sebagian besar  dari tayangan itu belum pantas ditonton dan diserap oleh mereka, karena jiwanya masih labil serta baru akan berkembang dan sedang mencari jati diri.

Sebagaimana disaksikan, akhir-akhir ini sinetron yang ditayangkan televisi, baik produksi dalam negeri, apa lagi inpor, boleh dikatakan tidak ada yang bersifat mendidik. Semuanya menyuguhkan adegan kekerasan, sadisme, brutal, menindas yang lemah tanpa pri kemanusiaan, penipuan serta berbagai adegan yang sangat tidak masuk akal. Begitu juga adegan porno grafi di internet yang bisa ditonton  lewat HP, sungguh sangat merusak.

“Artinya, seandainya anak kita terus menerus menyaksikan adegan yang tidak mendidik dan porno grafi itu, jelas akan merusak dan mempengaruhi perkembangan jiwa dan mentalnya. Untuk itu, sebelum mereka tergelincir ke lembah kesesatan dan kehancuran, batasilah mereka dalam menonton, karena mencegah susuatu yang bakal merusak, jauh lebih baik dari pada menanggulanginya,” pesan Yusuf kepada kaum muslimin. nas@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.