Portal Kabupaten Sijunjung

DPRD BATANG HARI KUNJUNGI DPRD SIJUNJUNG

0

Komisi III DPRD Kabupaten Batang Hari, propinsi Jambi mempertanyakan, upaya yang dilakukan pemerintahan Daerah Sijunjung terkait tingginya daftar tunggu  beribah haji ke tanah suci Mekkah Arau Saudi. Kuota yang tersedia tidak sebanding dengan keinginan masyarakat yang akan beribah haji.

Rombongan Komisi III DPRD Batang Hari tersebut disambut oleh ketua Komisi III DPRD Sijunjung, H.Daswanto,SE, di dampingi oleh H. Darmawan anggota Komisi I DPRD Sijunjung, serta Aroni Basri,ST anggota Komisi II DPRD Sijunjung, disamping itu Kabag Keuangan Sekretariat DPRD Fitri Masri,SE. Sementara rombongan Komisi III DPRD Batang Hari di pimpin oleh Quzwaini.M , didampingi anggota SiroJunin.S  anggota, M.Alpandi,S.Kom, Yuniarti Hendaningsih,Usman K Syahrudin dan pendamping rombongan.

Animo masyarakat untuk menunaikan ibadah haji patut diacungi jempol. Namun, keinginan masyarakat itu, terkendala dengan kuota haji yang disediakan pemerintah Arab Saudi pada Indonesia. Hal ini berdampak terhadap kuota haji di daerah terutama Batang Hari.

Salah seorang anggota DPRD  Batang Hari  M. Alpandi,S.Skom menuturkan, bahwa hingga kini masyarakat batang hari yang mendaftarkan diri untuk menjadi Calon Jemaah haji telah mencapai 2000 orang lebih. Diperkirakan, masuk dalam daftar tunggu hingga mencapai tahun 2023 mendatang. Lantaran Kuota haji yang tersedia hanya sebanyak 120 orang setiap tahun. Sedangkan  jumlah penduduk Batang Hari sebanyak 300 ribu jiwa lebih.

Hal inilah yang dikhawatirkan masyarakat. jika mendaftarkan diri di tahun 2016 pada usia sudah lanjut. Maka keinginan untuk melaksanakan ibadah haji, dikhawatirkan tidak akan kesampaian. Lantaran, telah pergi meninggalkan dunia sebelum melaksanakan ibadah haji.

H. Daswanto menuturkan, keluhan yang dikemukakan anggota DPRD Batanghari itu sama halnya dengan kabupaten Sijunjung. Kuota haji yang tersedia untuk kabupaten Sijunjung hanya sebanyak 80 orang pertahun. Padahal jumlah penduduk sebanyak 239 ribu jiwa,

“artinya kurang separoh dari kuota haji yang semestinya diterima Kabupaten Sijunjung,”terangnya.

Daswanto mengungkapkan, bahwa kuota haji di Kabupaten Sijunjung juga telah penuh. Jika masyarakat mendaftarkan diri melaksanakan ibadah Haji hari ini. Harus menunggu hingga hingga tahun 2025.

Terang Daswanto, sesuai dengan kesepakatan bersama negara anggota Organisasi Keanggotaan Islam (OKI) . Kuota negara yang mendapatkan ibadah haji yaitu 1 berbanding seribu orang. Artinya, jika penduduk sebanyak tiga ratus ribu, maka kuota haji yang tersedia sebanyak 300 orang.

Pada kesempatan itu, Daswanto mengutarakan, bahwa janji pemerintah kepada atlet berprestasi hanya memberangkatkan dalam bentuk umbroh. Lantaran, umbroh bisa dilaksanakan kapan saja. Tidak harus berdasarkan kuota , seperti pelaksanaan Haji.

Pada kesempatan itu, Komisi III DPRD Sijunjung dengan Komisi III Batang Hari bersepakat untuk mencari solusi terbaik ke DPR RI bersama kementrian Agama RI. Supaya kuota untuk daerah terutama Kabupaten Sijunjung dn Batang Hari dapat ditambah. Sehingga, daftar tunggu jemaah Calon Haji itu dapat dikurangi. – PDE@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.