Portal Kabupaten Sijunjung

DINAS KESEHATAN TURUNKAN TIM PENGAWASAN MAKAN DAN MINUM BERBAHAYA

0

Pada bulan Ramadhan, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Sumatera Barat meningkatkan pengawasan terhadap peredaran makanan.  Untuk pertama kali Dinas Kesehatan turunkan Tim Pengawasan dengan instansi dan lembaga lain melakukan pemeriksaan makanan, Tim pengawasan bahan pangan turun langsung ke pasaran. Tujuan pengawasan ini adalah memberikan keamanan, kenyamanan kepada masyarakat atau konsumen daripada jajanan pasaran tersebut, karena tanpa ada pengawasan, jika terjadi keracunan efek besar akan timbul, kita juga punya tanggung jawab atas keamanan kepada masyarakat.  Kamis (1/6)

Pengawasan ini dihadiri oleh Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Sumatera Barat, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung dan Dinas Pangan dan Perikanan kabupaten Sijunjung.

Kepala BPOM Provinsi Sumatera Barat, Drs.Zulkifli,Apt mengatakan, jumlah sampel yang kita uji ada 55 sampel, 35 dari pasar sijunjung, 16 dari pasar tj.ampalu, 4 dari kuliner muaro totalnya adalah 55 sample. Hasil yang diduga ada 2 yang mengandung positif protamin B/pewarnah tekstil yaitu dalimo mentah dari pasar sijunjung dan sagu bonai dari muaro, dan ada dugaan sementara borax pada kerupuk nasi pasar sijunjung.

“Bahan berbahaya ini dampak nya 10-15 tahun kedepan atau dampak jangka panjang, dampak nya seperti kanker ginjal, kanker hati atau kerusakan pada hati umumnya menimbulkan kanker,  jadi oleh karena itu masyarakat agar lebih jelih untuk memilih makanan dan minuman.” Ujar dia

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Sijunjung, drg.Ezwandra,M.SC mengatakan, kegiatan ini tidak hanya bulan ramadhan kita laksanakan insyallah kita turunkan Tim ke-Kecamatan yang ada di Kabupaten Sijunjung,  sehingga masyarakat tahu mana jajanan yang mengandung zat berformalin.

Bagi penjual tentu harus tahu mana bahan tambahan pangan itu yang diperbolehkan atau tidak,  jangan sampai di atas ambang batas yang diperbolehkan, bahwa tujuan pengawasan agar penjual mengetahui tentang bahan yang dilarang digunakan dalam produk bahan pewarnah atau pengawet serta harus mengetahui resiko bahan berbahaya tersebut terhadap manusia dan diharapkan dari kegiatan ini dapat meningkatkan Daya saing serta peningkatan mutu/ kualitas produk yang dihasilkan. Tambah kepala Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Sijunjung, Ir. Yulizar, M.P. (Dicko-Kominfo-@Sijunjung.go.id)

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.