Portal Kabupaten Sijunjung

DEKRANASDA DAN BDI LATIH WARGA KAMPUNG ADAT MENENUN

0

Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Barat, Ny.Nevi Irwan Prayitno menyatakan, menjadi pengrajin tenun bisa menambah dan membantu pendapatan ekonomi keluarga, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Hal itu disampaikan Nevi Irwan Prayitno ketika membuka diklat dasar tenun program Inkubator Bisnis bagi warga Perkampungan Adat di lokasi berkaul adat Tabek Nagari Sijunjung,  Kamis (15/9).

Menurut Nevi Irwan Prayitno, dalam kondisi perekonomian yang mengalami kesulitan seperti sekarang ini tidak ada alasan untuk tidak membantu suami untuk menambah pendapatan keluarga.

Banyak peluang usaha yang bisa menambah pendapatan keluarga, asalkan ada kesadaran dan kemauan. Seperti menjadi pengrajin tenun.Keterampilan yang dimiliki sebagai pengrajin tenun dinilai dapat mengatasi ekonomi keluarga.

Saat ini, sebut Nevi, satu helai kain tenun dengan jenis dan motiv bagian atas dijual dengan harga Rp400 ribu. Sementara waktu yang diperlukan untuk satu helai kain dengan waktu dua hari.

Sedangkan modal untuk beli benang hanya sebesar Rp180 ribu.”Bayangkan dengan waktu dua hari bekerja bisa menghasilkan uang sebesar Rp200 ribu lebih,” ucap Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Barat dihadapan Ketua Dekranasda Kabupaten Sijunjung, Ny.Endra Yuswir Arifin, Ny.Ria Arrival Boy, staf ahli bupati, Syahrial, Kepala Bidang Industri, Hendri Nurka dan peserta diklat.

Tidak hanya itu saja, kata isteri Gubernur Sumbar ini, kerajinan tenun ini dapat meningkatkan wisatawan ke daerah ini. Apalagi perkampungan adat Nagari Sijunjung merupakan destinasi wisata Kabupaten Sijunjung.

Selain destinasi wisata unggulan Sijunjung, Perkampungan Adat ini masuk nominasi tiga besar tentative list warisan dunia (Unesco).

Karena itu, dia mengajak para ibu-ibu warga Perkampungan Adat untuk mengikuti pelatihan dasar tenun dengan serius sehingga hasil kerajinan ibu-ibu nanti bisa mempromosikan dan meningkatkan minat wisatawan berkunjung ke Perkampungan Adat.

“Kami berharap kerajinan tenun terus berkembang dan menjadi salah satu potensi unggulan bagi Kabupaten Sijunjung,” ujarnya.

Kepala Balai Diklat Industri (BDI) Kementrian Perindustrian RI Kora Padang, Joni Afrizon berharap, dengan adanya diklat tenun program  inkubator bisnis ini melahirkan wirausaha baru di kabupaten berjuluk Ranah Lansek Manih.

“Kami berharap, kaum ibu-ibu di Perkampungan Adat Nagari Sijunjung menjadi pengrajin tenun yang  tidak saja bisa memproduksi, tapi juga diharapkan bisa menjual produknya,” ucap Jonni Afrizon.

Ketua Dekranasda Kabupaten Sijunjung, Ny.Endra Yuswir Arifin menyebutkan, diklat dasar tenun program Inkubator Bisnis ini bekerjasama dengan Balai Diklat Industri (BDI) yang diikuti sebanyak 25 warga perwakilan dari berbagai macam suku di Perkampungan Adat.

“ Kegiatan ini untuk mendukung kawasan perkampungan adat Nagari Sijunjung sebagai destinasi wisata di Kabupaten Sijunjung. Pengenalan ilmu menenun itu, dengan harapan warga di perkampungan adat Nagari Sijunjung bisa melahirkan berbagai macam produk kerajinan yang bernilai jual dan sesuai dengan keinginan pasar,” katanya.-zet@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.