Portal Kabupaten Sijunjung

Cetak Biru Pendidikan

0

MC Sijunjung – Menciptakan Pola Belajar Efektif dari rumah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pendidikan Dalam Masa Darurat Corona virus Disease (Covid-19). Terkait keputusan belajar dari rumah dengan cara daring/jarak jauh, agar guru dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum.

Prioritas utamanya berupa peningkatan pemahaman siswa mengenai virus corona dan wabah Covid-19, melalui aktivitas dan tugas pembelajaran yang bervariasi antar siswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing. Bukti atau produk aktivitas belajar diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif.

Cetak biru dalam SE tersebut, guru perlu mendesain sebuah pola belajar yang adaptif dan efektif, serta kemitraan dengan orangtua selaku pendamping siswa di rumah guna memastikan hak memperoleh pendidikan siswaberjalan meskipun  dengan belajar di rumah. Materi pembelajarannya berupa video tutorial yang diupload di Youtube, penggunaan Google Classroom, Whatsaap Group dan aplikasi video conferencing maupun via panggilan telepon.

Dengan tetap memperhatikan perkembangan siswa belajar di rumah hingga pemerintah mencabut kebijakan tersebut. Model pembelajaran yang direkomendasikan adalah pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning/PBL), menggunakan proyek sebagai inti pembelajaran. Kegiatan pembelajaran inovatif dimana siswa bekerja secara mandiri dalam mengkonstruksi pembelajarannya dan mengkulminasikannya dalam produk nyata.

Dalam pelaksanannya siswa terdorong lebih aktif dalam belajar. Dan Guru hanya fasilitator dan evaluator produkhasil kerja peserta didik yang ditampilkan dalam hasil proyek. Karakteristik model ini sangat tepat diterapkan pada masa belajar di rumah, karena dapat mengembangkan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa. Sifatnya yang outentik dan siswa dihadapkan dengan masalah yang ada pada dunia nyata.

Adanya fase siswa berproses untuk mengakses informasi mencarisolusi yang sedang dihadapi yang juga sekaligus berfungis menjadi alatpenilaiannya . Prinsip-prinsip penerapan Model Pembelajaran berbasis proyek yang kompatibel dengan pelaksanaan belajar di rumah. Antara lain (1) Sentralistis, karena siswa mempelajari konsep utama dari suatu pengetahuan melalui kerja proyek. (2) Pertanyaan Penuntun. sehingga memotivasi siswa untuk membangun kemandirian dalam menyelesaikan tugas. (3) Investigasi Konstruktif, siswa akan terdorong melakukan proses pencarian dan atau pendalaman konsep pengetahuan dalam rangka menyelesaikan masalah atau proyek yang dihadapi. (4) Otonomi, siswa diberi kebebasan menentukan target sendiri dan bertanggung jawab terhadap apa yang dikerjakan. Dimana peran guru hanya sebagai motivator dan fasilitator untuk mendukung keberhasilan belajar. Dan (5) Realistis, proyeknya adalahpermasalahan yang benar-benar nyata yang ada di masyarakat saat ini.

Langkah-langkah Model pembelajaran Project Based Learning antara lain, yaitu : Penentuan pertanyaan mendasar (startwith essential question) dengan mengambil topik yang sesuai dengan realitasdunia nyata dan dimulai dengan sebuah investigasi mendalam. Pertanyaan dirancang relevan untuk siswa, tidak mudah untuk dijawab dan dapat mengarahkan siswa untuk membuat proyek, bersifat terbuka (divergen), provokatif, menantang, menciptakan keterampilan berpikir tingkat tinggi (high order thinking), dan terkait dengan kehidupan siswa.

Menyusun perencanaan proyek (design project) berupa tentang aturan main, pemilihan kegiatan yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan penting, dengan cara mengintegrasikan berbagai materi yang mungkin, serta mengetahui alat dan bahan yang dapat diakses untuk membantu penyelesaian proyek menyusun jadwal (create schedule) penyelesaian proyek, agar siswa merencanakan cara yang baru sesuai kondisi masing-masing, serta membimbing siswa ketika mereka membuat cara yang untuk penyeleseian proyek, meminta siswa untuk membuat penjelasan (alasan) tentang cara pemilihan waktu. agar dapat  dilakukan monitoring kemajuan belajar dan pengerjaan proyek di rumah.

Memantau siswa dan perkembangan kemajuan proyek (monitoring the students and progress of project) dengan cara memfasilitasi siswa pada setiap proses. menjadi mentor bagi aktivitas siswa berupa rubrik yang dapat merekam keseluruhan kegiatan yang penting. Penilaian hasil (assess the outcome) guna mengukur ketercapaian standar kompetensi, mengevaluasi kemajuan masing-masing siswa, memberi umpan balik tentang pemahaman yang sudah dicapai siswa, membantu guru dalam menyusun strategi pembelajaran berikutnya.

Evaluasi Pengalaman (evaluation the experience) berupa refleksi terhadap kegiatan dan hasil proyek yang sudah dijalankan  yang akhirnya ditemukan suatu temuan baru (new inquiry) untuk menjawab permasalahan yang diajukan pada tahap pertama pembelajaran. Kelebihan Model Pembelajaran ini adalah terpadu dengan kurikulum, dimana Siswa terlibat lansung dan mempraktikan strategi otentik secara disiplin.

Memuat kompetensi Keterampilan abad ke-21 atau diistilahkandengan 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking and ProblemSolving, dan Creativity and Innovation) serta meningkatkan kerja sama gurudalam merancang dan mengimplementasikan proyek-proyek .  Kelemahan model ini adalah memerlukan banyak waktu dan biaya, memerlukan banyak media dan sumber belajar, memerlukan guru dan siswayang sama-sama siap belajar dan berkembang, dan Ada kekhawatiran siswa hanyaakan menguasai satu topik tertentu yang dikerjakannya.

Sebagai Arsitektur peradaban manusia, model pembelajaran berbasis proyek  ini bukanlah sesuatu yang samar bagi guru, desainnyacocok di terapkan secara otonom oleh siswa di rumah. Cetak biru yang telah diundangkanvdari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, harus dikawal agar benar-benar membumi model ini sampai ke-level sekolah. Perlu kebijakan yangtegas dan jelas dari pemangku kepentingan. Agar model ini di jadikan rekomendasi bahkan kewajiban oleh sekolah saat ini. Sehingga kelemahan dalam penerapan model pembelajaran berbasis proyek  bisa di hilangkan.

Bahkan sekolah hadir memberikan daya dukung berupa pembiayaan dengan bentuk pembelian pulsa agar ada paket internet dan paket menelpon untuk guru dan siswa benar-benar terealisasi. SE dari MasMenteri tidak hanya tertulis saja agar sekolah tidak mati suri. Tanpa adanya pengalokasian anggaran dari kepala satuan pendidikan, pelaksanaan modelpembelajaran berbasis proyek ini, mustahil di wujudkan.

Nelson Mandela pernah berkata ‘’Dan semuanya akan terlihat mustahil sampai semuanya terbukti’’. Namun tetap optimis semua kelemahan bisa ditepis, mengutip perkataan salah seorang Pemimpin yang fenomenal dalam sejarah umat manusia hingga saat ini, bahkan ucapannya viral di media masa Indonesia di kala pandemic tentang terpujinya sebuah perjuangan, dengan perkataan ‘’kita harus berlari dari satu taqdir ketaqdir yang lain.

Wallau Alam

Penulis : Ari Yunanda, S. Pd/Guru PJOK SDN 20 Muaro Sijunjung Sumatera Barat

/infopublik.sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.