Portal Kabupaten Sijunjung

CEGAH HOAX DENGAN CERDAS BERMEDIA

0

Akhir-akhir ini hampir setiap hari kita dengar kata hoax yang populer di media sosial. Sejak bangun tidur sampai tidur lagi tidak sedikit informasi yang masuk ke gadget kita sehingga sulit membedakan mana informasi yang benar dan mana yang hoax. Apa sebenarnya hoax itu? Istilah hoax dipahami sebagai perbuatan yang bertujuan untuk mengelabui orang lain agar percaya atau menerima sebuah informasi bohong yang sengaja disebarkan.

Mari sejenak amati linimasa pada akun media sosial anda. Berita hoax, isu-isu SARA, hate speech, dan propaganda yang tersebar luas di sosial media facebook, twitter, instagram, whatsapp (WA), dan lain-lain. Konten-konten tersebut, sangat membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa, termasuk kerukunan umat beragama.

Mengapa berita hoax cepat sekali menyebar? Berita hoax ini dipengaruhi oleh gampangnya kita menerima informasi tanpa diiringi dengan kesadaran untuk mengklarifikasi kebenarannya, dan latah untuk membagikan informasi melalui akun-akunnya. Akibatnya Si pemilik akun turut punya andil dalam menyebarluaskan hoax.

Disamping itu, minat baca masyarakat Indonesia yang sangat rendah. UNESCO merilis hasil survei terhadap minat baca di 61 negara, dan Indonesia menempati posisi terendah ke dua dengan hasil 0,001% seperti yang dilansir dari Okezone. Rendahnya minat baca menyebabkan masyarakat hanya membaca judul berita yang kerap dibuat sensasional tanpa membaca detil informasi yang ada. Hal tersebut dapat terlihat dari komentar dan isi berita yang seringkali tak bersesuaian. Indikasi bahwa seringkali orang tidak membaca isinya adalah kita bisa perhatikan banyak postingan di media sosial yang berasal dari berita ternyata antara judul, isi berita dan komentar seringkali tidak nyambung.

Untuk menghambat mewabahnya hoax ini ada beberapa solusi yang sudah dilakukan. Kementerian Kominfo RI memiliki situs untuk pengaduan konten-konten yang dianggap hoax. Dengan melakukan search di google dengan keyword “adukan konten” maka akan muncul laman situs Kominfo, dan selanjutnya kita hanya mengikuti prosedur pengaduan.

Kepolisian Republik Indonesia sendiri, selain membentuk Kepala Biro (Karo), Multimedia yang bertugas menetralisir dan mengklarifikasi berita-berita hoax di media sosial, juga aktif untuk mengedukasi masyarakat tentang larangan menyebarkan berita hoax dan provokatif.

Komunitas Mafindo (Masyarakat Anti Hoax dan Fitnah Indonesia) juga punya perhatian yang besar dalam meng-counter berita-berita hoax. Melalui www.turnbackhoax.id. hasil diskusi grup Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH) di facebook, masyarakat bisa menayakan keabsahan suatu berita atau gambar sesuai dengan syarat dan ketentuan posting yang berlaku pada grup facebook FAFHH.

Selain itu, solusi menghambat hoax ini adalah dengan adanya literasi media, dimana masyarakat dituntut untuk memahami informasi yang diterima, menelusuri sumber-sumber informasi, dan jangan terlalu mudah terprovokasi. Dengan kata lain, masyarakat harus bisa memilah, memilih dan mengkonsumsi informasi yang dibutuhkan agar tidak terjebak dalam arus berita hoax. Dengan demikian, gelombang hoax dapat berhenti di diri kita sendiri, serta tidak ikut terprovokasi menyebarkan hoax tersebut.

(budhi)@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.