Portal Kabupaten Sijunjung

CEGAH DEMAM BERDARAH

0

Lingkungan yang kurang bersih,   potensi timbulnya penyakit  demam berdarah. Karena itu, masyarakat diminta melakukan upaya pencegahan dengan meningkatkan kebersihan, karena mencegah timbulnya penyakit lebih baik dari menanggulanginya.

Selain meningkatkan kebersihan, hendaknya masyarakat juga mengetahui tanda-tanda terserang demam berdarah, supaya tidak terlambat mengobatinya, kata  pimpinan Puskesmas Gambok, Sulistia Rosa dalam diseminasi informasi melalui media tradisional, di pasar Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan, akhir pekan lalu.

Kegiatan yang diselenggarakan aparatur Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Sijunjung, merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang kesehatan.

Disamping masyarakat yang cukup ramai, kegiatan yang diselingi dengan kesenian tradisional saluang dendang, juga dihadiri Sekretaris  Camat Kupitan, Irsyad, Walinagari, Sekretaris Nagari dan pimpinan Puskesmas Padang Sibusuk, Edrifen, Ayani dan Yelmi Rosa, para kepala jorong serta tokoh dan pemuka masyarakat setempat.

Penyebab demam berdarah adalah virus dengue yang menular melalui gigitan nyamuk aedes aegypti pada siang hari dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00 WIB, ulas Sulistia Rosa.

Nyamuk tersebut berkembangbiak di dalam dan di luar rumah pada ember, drum, tempayan, bak mandi, tempat minum burung, vas bunga, pelepah daun, tempurung kelapa, potongan bambu, ban bekas, lobang dan di berbagai tempat lainnya.

Gejalanya, demam tinggi tiba-tiba yang berlangsung dua sampai tujuh hari, nyeri otot dan persendian, ruam-ruam pada kulit serta pembesaran hati tanpa gejala.

Cara penanganannya, istirahat, makan dan minum dalam jumlah banyak serta bawa ke sarana kesehatan secepat mungkin.

Upaya pencegahan, menguras bak mandi dan tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air bersih serta mengubur atau membuang barang bekas yang dapat menampung air hujan.

“Sehat memang bukan segalanya. Tapi tanpa sehat, segalanya tidak akan berarti apa-apa. Makanya, sangat besar arti dan manfaatnya bila masyarakat mampu mengetahui setiap sumber penyakit, sekaligus berupaya menghindari dan mencegahnya dengan meningkatkan kebersihan lingkungan,” jelas Sulistia Rosa.

Kepala Bidang Pengelolaan Data Elektronik (Kabid PDE) Dishubkominfo, Andril selaku ketua panitia sekaligus sebagai nara sumber dalam diseminasi informasi, mengatakan, sekarang penyalahgunaan narkoba sudah sangat gawat dan dahsyat. Korbannya tidak saja pemuda pemudi yang kehilangan semangat dan gairah hidup, tapi juga generasi muda produktif dan potensial.

Dulu narkoba hanya bisa dibeli  di hotel dan diskotik, tapi sekarang sudah beredar sampai ke pelosok jorong dan ke sekolah. Artinya, sekarang  penyalahgunan narkoba tidak hanya terjadi di perkotaan, tapi sudah menjalar sampai ke pelosok nagari dan ke sekolah.

Karena itu, supaya generasi muda dan siswa Nagari Padang Sibusuk tidak terperangkap oleh benda haram yang menjanjikan kehancuran itu, seluruh masyarakat, terutama para orangtua, diharapkan dan diimbau lebih meningkatkan pengawasan terhadap putra putrinya. Karena mencegah jauh lebih baik dari pada menaggulangginya.

Sementara generasi muda dan siswa, diimbau menjauhi narkoba sebelum terjebak dan terperangkap. Jika sudah terperangkap, akan sulit melepaskan diri. Ujung-ujungnya adalah kehancuran dan mati secara tidak wajar, jelas Andril. –nas.sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.