Portal Kabupaten Sijunjung

BUPATI SAMPAIKAN NOTA JAWABAN APBD

0

Tindak lanjut dari pembahasan rancangan pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sijunjung tahun anggaran 2015, Bupati H. Yuswir Arifin Datuak Indo Marajo, menyampaikan nota jawaban atas pemandangan umum fraksi DPRD. dalam rapat paripurna di gedung dewan, Kamis (21/7),

Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Muhklis Rasyid, dihadiri Wakil Bupati H. Arrival Boy, unsur Forkopinda, Sekdakab, pejabat teras Pemkab, Kepala SKPD,  camat se-Kabupaten Sijunjung dan segenap anggota dewan.

“Setelah kami mengikuti dan mendengarkan serta mempelajari secara mendalam satu persatu materi pertanyaan, saran dan usul yang disampaikan tujuh Fraksi DPRD, kami sungguh merasa lega dan dapat menyimpulkan bahwa pada prinsipnya apa yang disampaikan dewan terhormat berasal dari hati dan pikiran yang jernih demi kebaikan daerah kita di masa sekarang dan masa yang akan datang.

Karena itu, tidaklah berlebihan bila dalam kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih dan menyatakan penghargaan yang tulus dengan telah dibahasnya rancangan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kabupaten Sijunjung tahun anggaran 2015 ini,” kata bupati mengawali penyampaian nota jawabannya.

Menjawab pertanyaan dewan tentang realisasi belanja 86,67 persen, meliputi belanja tidak langsung  Rp.440.350.244.375,00 dan belanja langsung  Rp.359.082.114.597,00  ada program dan kegiatan yang realisasi hanya 68,05 persen, yaitu  pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup, bupati menjelaskan bahwa pekerjaan pembangunan taman jalur dua perumahan Pemda dan jalur dua Pasar Jumat yang berasal dari APBD perubahan hanya terealisasi 80 persen, karena waktu yang sangat singkat dan cuaca yang tidak mendukung (sering hujan) menyebabkan kontraktor tidak mampu melaksanakan pekerjaan tepat waktu.

Berdasarkan peraturan yang berlaku pekerjaan tersebut masih bisa diselesaikan dalam jangka maksimal 50 hari dari batas kontrak dan pembayarannya direalisasikan pada APBD perubahan 2016.

Menanggapi saran dewan  terhadap perlunya evaluasi yang lebih komprehensif terhadap BUMD (Perusda), jika diperlukan audit internal terhadap semua BUMD, bupati menjalaskan bahwa hasil audit dari akuntan publik tahun 2014 kerugian Perusda Kinantan adalah Rp262.385.088,90. sedangkan pada tahun 2015 kerugian Perusda Kinantan turun menjadi Rp 69.835.569,72. Artinya terjadi penurunan angka kerugian yang cukup signifikan.

Tentang kecilnya keuntungan PT SHM tahun 2015  dijelaskan bahwa kecilnya keuntangan disebabkan oleh usaha dibidang Jamkesda telah berakhir sampai akhir tahun 2015 dan untuk selanjutnya kegiatan Jamkesda dipindahkan atau bergabung dengan BPJS.

Sedangkan PDAM Tirta Sanjung Buana yang belum memberikan kontribusi terhadap PAD, sesuai dengan aturan yang berlaku, PDAM tidak diwajibkan memberikan kontribusi PAD selama pelayanan belum mencapai 80 persen dari jumlah penduduk satu wilayah. Sementara sampai  saat ini, jangkauan pelayanan PDAM Sanjung Tirta Buana baru 38 persen, jelas Bupati Yuswir Arifin. –nas@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.