Portal Kabupaten Sijunjung

BUPATI BUKA MTQ IV NAGARI

0

Guna mencari kafila terbaik untuk mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Sijunjung, pemerintah Kecamatan (Pemkec) IV Nagari selenggarakan MTQ tingkat kecamatan Sabtu (21/5) di Masjid Syuhada Palangki dan di UDKP setempat.

MTQ yang diikuti kafila utusan lima nagari, dibuka oleh Bupati Sijunjung H. Yuswir Arifin Datuak Indo Marajo. Pembukaan yang diawali dengan pembacaan Kalam Illahi, dihadiri Plt. Kepala Dinas Parsenibudpora; Ahmatullah, Kabag Kesra; Mukharlis, Muspika, walinagari serta tokoh dan pemuka masyarakat Kecamatan IV Nagari.

Camat IV Nagari; Khamsiardi mengatakan, MTQ yang berlangsung sehari penuh, dilaksanakan di Masjid Syuhada Palangki dan di Unit Daerah Kerja Pemerintah (UDKP) kecamatan.

Jenis lomba yang dilaksanakan, Tilawah tingkat TK, anak-anak, remaja dan dewasa, Tartil tingkat remaja, menengah dan tingkat umum, MSQ serta khutbah Jumat dan azan.

MTQ sudah merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan  secara berjenjang dari tingkat jorong, nagari, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi sampai ke tingkat nasional dan internasional.

Alhamdulillah, pada MTQ ke-55 tingkat Internasional di Kuala Lumpur Malaysia tahun 2013, qori terbaik Kabupaten Sijunjung  H. Dasrizal berhasil meraih juara pertama di cabang Tilawah Dewasa Putra, kata Bupati Yuswir Arifin.

“Namun yang kita harapkan dari MTQ, tidak hanya meraih juara semata. Yang lebih penting dari itu, adalah menumbuhkan cinta dan gemar membaca Al Quran terhadap anak dan remaja kita. Karena dengan mencintai dan gemar membaca Al Quran serta menghayati dan mengamalkan isi kandungan-Nya, akan terbangun pondasi agama yang kuat dan kokoh dalam diri dan jiwa anak sejak dini,” ulas bupati.

Jika pondasi agama anak lemah dan rapuh, niscaya mereka akan terombangambing serta tergelincir dan terjerumus ke lembah kesesatan, terseret kemajuan teknologi dan lajunya arus informasi.

Sekarang saja, seiring  kemajuan teknologi dan lajunya arus informasi, tanpa dapat dicegah budaya Barat masuk dengan derasnya sampai ke kamar remaja di pelosok nagari dan jorong, sehingga begitu mudah disaksikan oleh  para pemuda dan pemudi. Pada hal sebagian besar  dari tayangan itu belum pantas ditonton dan diserap oleh mereka, karena jiwanya masih labil serta baru akan berkembang dan sedang mencari jati diri.

“Sedangkan 20 tahun lagi, kita tidak tahu bagaimana gelombang kehidupan yang akan diarungi oleh anak-anak kita hari ini. Karena itu, kita selaku orangtua, harus membangun pondasi agama yang kuat dan kokoh dalam diri dan jiwa anak sejak dini, supaya mereka tidak terombangambing serta tidak tergelincir dan terjerumus ke lembah kesesatan di kemudian hari,” pesan bupati kepada kaum muslimin yang memadati Masjid Syuhada. –nas@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.