Portal Kabupaten Sijunjung

BERANTAS ILEGAL LOGGING, DUA TRUK KAYU ILEGAL DIAMANKAN PETUGAS.

0

Dalam rangka operasi pemberantasan ilegal loging, Satreskrim polres Sijunjung berhasil menggagalkan peredaran kayu hasil ilegal loging yang akan diedarkan keluar daerah, dan mengamankan dua truk kayu ilegal di jalan lintas sumatera (jalinsum). Selain barang bukti, petugas juga mengamankan tiga orang tersangka yang merupakan sopir truk pengangkut kayu tersebut. Penangkapan petugas berlangsung di dua lokasi yang berbeda.

Penangkapan berawal dari operasi yang digelar petugas, tepatnya pada Minggu (16/4) sekitar pukul 17.00, bertempat di Nagari Padang Sibusuak, Kecamatan Kupitan. Petugas mencurigai kendaraan jenis truk colt diesel type mitshubishi warna kuning dengan nopol BA 9083 E yang melintas di Jalinsum dengan bermuatan berat. Kemudian petugas memberhentikan kendaraan tersebut dan melakukan pemeriksaan, ternyata truk tersebut bermuatan kayu dengan jenis Meranti 5×10 sebanyak 22 potong dan ukuran 6×12 sebanyak 25 potong, selain itu dengan jenis campuran sebanyak 56 potong dengan total kubikasi 3.1760 M3.

Selanjutnya, petugas menanyakan surat-surat terkait kayu yang dibawa tersebut kepada sopir yang bernama Amdi Amra (42) warga Lubuk Tarok, Kecamatan Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung, namun yang bersangkutan tidak bisa melihatkan dokumen maupun surat-surat yang diminta oleh petugas, karena diduga kayu merupakan hasil dari aktifitas ilegal logging, petugas akhirnya membawa sopir dan barang bukti ke Mapolres Sijunjung untuk dilakukan penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut.

Masih dihari yang sama, sekitar pukul 21.00 petugas kembali mengamankan truk yang bermuatan kayu melintasi Jalinsum, tepatnya di Tanah Badantuang, Nagari Sijunjung, Kecamatan Sijunjung. Setelah memberhentikan mobil dengan nopol BA 8107 OU dan memeriksa kendaraan tersebut, dan petugas menanyakan dokumen dan surat-surat terkait kayu tersebut, namun tetap saja yang bersangkuta tidak bisa melihatkan surat yang diminta oleh petugas, curiga kalau kayu hasil dari ilegal logging, petugas mengamankan dua orang sopir dan kenek yaitu, Hendri Nofrian (40) dan Adis (40) yang diduga sebagai tersangka dan dibawa ke Mapolres untuk diperiksa. Dalam penangkapan tersebut petugas mengamankan barang bukti kayu jenis Meranti yang sudah dipotong-potong, dengan total kubikasi 8.3816 meter kubik. Dari pengakuan salah seorang tersangka, Hendri Nofrian mengatakan bahwa dirinya mendapatkan upah sebesar Rp.300 ribu untuk mengantarkan kayu tersebut ketempat pesanan.

Kapolres Sijunjung, AKBP Dody Pribadi melalui Kasat Reskrim IPTU Chairul Ridha mengatakan. “Tiga orang yang diduga tersangka dan barang bukti dua truk yang bermuatan kayu telah kita amankan ke Mapolres untuk penyidikan dan penyelidikan lebih lanjut. Saat penangkapan kita yang bersangkutan tidak bisa memperlihatkan dokumen dan surat-surat yang kita minta. Berdasarkan ketentuan, para tersangka melanggar pasal 83 ayat (1) huruf b Undang-Undang No.18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dengan ancaman pidana penjara minimal satu tahun dan paling lama lima tahun,” tuturnya,

Selasa (18/4).(e)@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.