Portal Kabupaten Sijunjung

BELKAGA TAHUN KELIMA DICANANGKAN

0

UntitledBulan eliminasi kaki gajah (Belkaga) tahun kelima tingkat Kabupaten Sijunjung. dicanangkan dalam satu upacara, di halaman Kantor Bupati setempat, Senin (3/10).

Pencanangan ditandai dengan melepas balon ke udara dan menelan obat secara serentak oleh Bupati Yuswir Arifin, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Hj. Rosnini Savitri, Wakil Bupati Arrival Boy,  ketua DPRD Mukhlis Rasyid, Forkopinda, Sekdakab A.T. Rohendi, ketua dan wakil ketua TP PKK Ny. Hj. En Yuswir Arifin dan Ny. Hj. Ria Arrival Boy, ketua Dharmawanita Ny. Ita A.T. Rohendi serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sijunjung H. Edwin Suprayogi dan pejabat lainnya.

Bupati mengatakan, dengan ditemukannya kasus filariasis di Kabupaten Sijunjung dari tahun 2009 sampai 2011, sejak 2012  telah dilakukan pemberian obat masal pencegahan filariasis.

Setiap pelaksanaan, dimulai dengan pencanangan tingkat Kabupaten Sijunjung, sehingga pada 2016 ini sudah merupakan pencanangan tahun kelima yang disebut dengan Belkaga.

Dengan dilakukannya pemberian obat masal pencegahan, diharapkan filariasis tidak lagi menjadi masalah kesehatan bangsa Indonesia pada umumnya dan masyarakat  Kabupaten Sijunjung khususnya.

Sebagaimana diketahui, pemberian obat masal pencegahan filariasis dilakukan selama lima tahun berturut-turut yang 2016 ini merupakan tahun terakhir sekaligus tahun penentu keberhasilan  pemberian obat masal pencegahan itu.

Untuk menentukan keberhasilan, akan dilaksanakan survei pada 2017 mendatang. Jika hasil  yang dicapai belum sesuai harapan, pemberian obat masal pencegahan filariasis ditambah dua tahun lagi.

Karena itu, supaya hasil yang dicapai sesuai harapan dan memuaskan, seluruh kader pemberian obat masal pencegahan yang ada di Kabupaten Sijunjung harus memastikan bahwa obat pencegahan  yang diberikan  kepada masyarakat benar-benar ditelan oleh penerimanya. Artinya obat itu jangan hanya sekedar diberikan, tapi saksikan masyarakat menelannya, pesan Bupati Yuswir Arifin.

Sebelumnya kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Rosnini Savitri,  mengatakan, filariasis atau elephantiasis yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai penyakit kaki gajah, adalah penyakit yang disebabkan karena infeksi cacing filaria.

Di Provinsi Sumatera Barat, ada 10 kabupaten dan kota endemis filariasis. Sedangkan pada tahun 2016 ini ada lima kabupaten dan kota yang melakukan pengobatan massal, yaitu Kabupaten Sijunjung pengobatan tahun kelima, Kabupaten Padang Pariaman pengobatan tahun keempat, Kota Sawahlunto juga tahun keempat, Kabupaten Kepulauan Mentawai tahun pertama dan Kota Padang pengobatan tambahan tahun pertama.

Disamping itu ada lima kabupaten dan kota yang sedang dilakukan evaluasi, yaitu Kabupaten Agam, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten 50 Kota, Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Bukittinggi, jelas Rosnini Savitri. –nas.sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.