Portal Kabupaten Sijunjung

BELALANG SEBAGAI BAHAN PANGAN ALTERNATIF YANG KAYA AKAN NUTRISI.

0

“Kalau musim panen padi tiba, belalang akan banyak menghinggapi rumpun padi, banyak masyarakat yang menunggu moment tersebut untuk menangkap belalang. Menangkap belalang harus di malam hari agar lebih mudah, kemudian dikumpulkan satu per satu untuk dijual ke pasar. Peminatnya pun cukup banyak karena rasanya yang enak dan gurih,”.

Pernahkah anda memakan belalang.? Belalang merupakan hewan liar, bahkan dianggap sebagai hama pada tanaman ini ternyata memiliki rasa yang enak dan gurih. Selain rasa, kandungan gizi dalam hewan  yang sering kita jumpai ini juga cukup tinggi. Meskipun masakan belalang ini sudah jarang ditemukan, namun di beberapa daerah, hewan ini masih dimanfaatkan menjadi sumber pangan yang memiliki keunggulan tersendiri pada rasa.

Di Kabupaten Sijunjung, provinsi Sumbar misalnya, serangga ini masih dipertahankan sebagai makanan atau pun lauk-pauk. Belalang dimanfaatkan oleh warga  setempat dengan cara digoreng, digulai ataupun direndang. Meskipun saat ini tidak banyak lagi yang melirik hewan ini untuk dijadikan bahan pangan, namun dikalangan tertentu belalang masih menjadi salah satu makanan yang nikmat dan dirindukan, apalagi disaat musim panen padi tiba, para pedagang dipasar akan banyak menjual belalang untuk diolah menjadi masakan. Pada umumnya masyarakat mengonsumsi belalang sebagai bahan pangan alternatif.

Seperti di pasar Impres Muaro Sijunjung, pedagang yang menjual belalang masih dicari oleh warga. Pada umumnya pedagang tersebut berasal dari nagari Padang Laweh, kecamatan Koto VII yang mana didaerah tersebut masih banyak ditemui lokasi persawahan untuk menangkap belalang. Masyarakat mengaku, memasak belalang tersebut bersifat musiman lantaran sulit untuk ditemui. Diantaranya, War (56) warga nagari Muaro yang sengaja membeli belalang untuk dijadikan lauk-pauk, bahkan ia membeli dalam jumlah yang banyak karena akan diolah untuk dijadikan rendang dan dikirim sebagai oleh-oleh ke luar daerah. “Memang sengaja membeli belalang untuk dijadikan rendang. Belalang ini tidak selalu ada, hanya musiman disaat musim panen padi tiba,” tuturnya, Selasa (1/8).

Menurutnya, peminat akan hewan yang satu ini semakin berkurang dari waktu ke waktu, padahal dahulu masakan belalang merupakan sebuah makanan yang favorit dikarenakan rasanya yang enak dan gurih. “Tidak banyak lagi orang yang suka masakan dari bahan belalang ataupun yang paham cara mengolahnya, bahkan ada yang merasa jijik. Sebelum dimasak, sayap dan bagian kaki belakang pada belalang dipotong terlebih dahulu, kemudian baru diolah menjadi masakan, bisa digoreng, digulai atau direndang dengan sayur pakis untuk lebih nikmatnya. Selain rasa yang enak, kandungan pada belalang juga berkhasiat untuk kesehatan tubuh,” ungkapnya.

Ditambahkan oleh Zul (58) warga Padang Laweh, Kecamatan Koto VII pencari belalang sekaligus juga pecinta masakan belalang mengatakan. “Kalau musim panen padi tiba, belalang akan banyak menghinggapi rumpun padi yang sudah dipotong, banyak masyarakat yang menunggu moment tersebut untuk menangkap belalang. Menangkap belalang harus di malam hari agar lebih mudah, kemudian dikumpulkan satu per satu. Peminatnya pun cukup banyak karena rasanya yang gurih. Belalang tersebut dijual dalam bentuk lemas dan mati, namun masih terlihat segar. Untuk mengumpulkan belalang yang banyak membutuhkan waktu yang cukup lama, bahkan bisa semalaman. Belalang yang bisa dijual memiliki jenis yang berbeda, artinya tidak semua jenis belalang. Kalau yang ini jenis belalang sawah, berwarna hijau dan berukuran kecil. Belalang tersebut dijual dengan ukuran takaran gelas, untuk satu gelas seharga Rp.5000,” ungkapnya.

Untuk saat ini, memang tidak semua masyarakat yang mengetahui cita rasa dari hewan tersebut, ataupun kandungan gizi yang terdapat didalamnya. Berdasarkan kutipan dari salah satu halaman website tentang kesehatan yang mengatakan, secara ilmiah kandungan gizi dalam belalang memang tak bisa dianggap enteng. Belalang ternyata tidak kalah bergizi dibandingkan sumber protein lainya seperti daging sapi. Belalang merupakan hewan yang memiliki beragam jenis kandungan nutrisi penting seperti, protein, vitamin, asam lemak esensial dan mineral. Dalam artikel tersebut juga mengatakan, belalang yang masih segar kandungan proteinnya sekitar 20 persen, tetapi pada yang kering sekitar 40 persen. Kulit belalang  juga mengandung zat kitosan seperti udang. Tetapi tergantung jenis belalangnya, pada musim-musim tertentu ada jenis belang yang kandungan vitaminnya lebih tinggi. Belalang juga dapat  memenuhi 25 hingga 30 persen kebutuhan vitamin A.(endo)@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.