Portal Kabupaten Sijunjung

BEKALI ANAK DENGAN IMAN SEJAK DINI

0

Jika di zaman edan sekarang ada anak yang durhaka serta tidak mau ditunjuk-ajari, bahkan sampai  melawan, membentak dan mangarengkang,  orangtua jangan cepat meponisnya.

Coba merenung dan tafakur sejenak, dengan harta apa anak itu diberi makan,  sejauh mana dia telah dididik dengan ilmu agama dan sudah seberapa banyak rongga dadanya diisi dengan iman dan aqidah, kata  buya  Drs. H. Firdaus, Rabu (11/1), di Muaro Sijunjung.

 “Koreksi dan intropeksi diri bagi kita selaku orangtua, sangat perlu dilakukan. Karena anak itu terlahir dalam keadaan  suci dan bersih. Orangtualah yang akan membentuk perkembangan jiwaraganya,” ulas buya.

Tapi pembentukan jiwaraga itu, harus dilakukan sejak dini. Bukan setelah dia beradaptasi dengan lingkungan. Apa lagi setelah dia tumbuh dan berkembang menjadi manusia biringas, sadisme dan durhaka.

Kalau sudah durhaka, tidak ada lagi yang bisa diharapkan dari anak, kecuali penyesalan yang tidak berujung dan sumpah serapah yang semakin memperburuk keadaan.

Bahkan ratap tangis tidak akan menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Hanya sekedar perlarian dan pelampiasan dari kelalaian orangtua dalam mendidik, membina dan mengarahkan serta membesarkannya.

Untuk itu, bagi orangtua yang kini memiliki bayi dan balita, ambilah hikmah dari peristiwa kedurhakaan anak yang akhir-akhir ini sering mengihasi layar kaca dan lembaran surat kabar. Jangan hanya terfokus mempergunjingkan kebiadapan sianak itu. Tapi jadikanlah cimeti untuk menyadarkan diri.

“Apa kewajiban dan tanggungjawab kita selaku orangtua terhadap anak. Dengan harta apa mereka harus kita beri makan, supaya kita tidak termasuk orang yang membesarkan anak harimau yang setelah remaja atau dewasa membunuh dan menerkam kepala kita sendiri,” pesan buya.

Yang juga tidak kalah pentingnya, dalam membesarkan anak, pendidikan ilmu pengetahuan harus diseimbangkan dengan ilmu agama, supaya mereka tumbuh dan berkembang dengan ilmu dan iman yang seimbang pula.

Sebab disamping anak adalah amanah dan titipan Illahi yang akan dipertangungjawabkan di makamah Tuhan nantinya, yang akan membantu orangtua di alam kubur hanyalah doa anak yang saleh, bukan ilmu teknologi yang tinggi atau harta sianak yang melimpah ruah, tegas Firdaus. –nas.sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.