Portal Kabupaten Sijunjung

AKIBAT BANJIR BANDANG, SATU JORONG TERISOLIR. LISTRIK MATI, PIPA PDAM PUTUS

0

Pasca terjadinya bencana banjir bandang  yang menghantam puluhan rumah dan satu jembatan putus di jorong Pasar, kenagarian Pulasan, kecamatan Tanjung Gadang pada Sabtu (13/5) dini hari kemaren, kini menimbulkan permasalahan baru bagi masyarakat sekitar lantaran aliran listrik ke ratusan rumah di jorong Batang Kati dan jorong Padang Laweh terputus akibat robohnya tiang listrik di beberapa titik akibat tertimpa pohon. BPBD Sijunjung mencatat, terdapat lebih kurang 17 titik longsor yang tersebar di wilayah nagari Pulasan, 10 titik berada di jalan menuju jorong Batang Kati dan jorong Padang Laweh, serta merobohkan lebih kurang 10 tiang listrik PLN akibat tertimpa pohon.

“Kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian materil diperkirakan Ratusan juta rupiah, karena umumnya warga tidak menyangka banjir sebesar itu akan terjadi, sementara itu longsor juga menghancurkan satu rumah warga di jorong Batang Kati, dan akses jalan menuju jorong Padang Laweh juga tertutup material longsor, ada sekitar 17 titik longsor menutupi badan jalan dan tidak bisa dilewati, karena selain tanah, pohon tumbang juga menutupi jalan,” tutur Hardiwan, Kepala BPBD Sijunjung.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mengerahkan alat berat, termasuk berkoordinasi dengan pihak PLN agar segera membenahi tiang yang tumbang akibat tertimpa pohon. “Selain aliran listrik yang mati, warga yang ada di jorong Sawah Gadang terisolir dan sulit diakses karena jembatan penghubung ke daerah tersebut putus total, sehingga kita menggunakan perahu untuk mengevakuasi dan menyalurkan bantuan kepada warga disana,” tambahnya.

Sebagaimana yang telah diberitakan sebelumnya, kejadian banjir bandang yang menghantam perkampungan warga tersebut terjadi akibat tingginya curah hujan sejak Jumat (12/5) malam hingga Sabtu (13/5) dini harinya, luapan air Batang Pulasan membawa material kayu dan lumpur setinggi hampir satu meter kedalam rumah warga. Akibatnya, ratusan warga terpaksa mengungsi dan menyelamatkan diri ke dataran yang lebih tinggi.

Beruntung, dalam bencana banjir bandang tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian materil ditaksir mencapai puluhan juta, karena tidak satupun warga menduga akan terjadi banjir besar.

Banjir bandang yang berlangsung selama 3 jam tersebut juga menghancurkan sebuah jembatan semi permanen menuju jorong Sawah Gadang. Akibatnya, 38 kepala keluarga yang berada di jorong tersebut terisolir untuk sementara, karena jembatan tersebut adalah akses warga satu-satunya.

Selain rumah warga, banjir juga menggenangi SDN 5 Negeri Pulasan dengan lumpur dan material, dan menyebabkan aktifitas belajar mengajar tidak bisa dilakukan. Petugas BPBD Sijunjung bersama anggota polisi dan TNI yang datang ke lokasi serta dibantu warga  langsung berupaya untuk membersihkan sekolah dari material lumpur.

Sementara itu, Kapolsek Tanjung Gadang, IPTU Bezariel Mendropa mengatakan, bahwa pihaknya akan berupaya bersama Koramil dan warga untuk membuat jembatan darurat agar 38 kepala keluarga yang berada di jorong Sawah Gadang bisa beraktifitas kembali dan bisa diakses. “Jembatan semi permanen yang putus tersebut adalah satu-satunya akses keluar masuk warga,  untuk itu kita akan segera berkoordinasi dengan seluruh pihak mencari solusi mengatasi masalah jembatan yang hancur tersebut, apakah nanti dibuat jembatan darurat, atau menyediakan perahu penyebrangan, kita lihat nanti hasil kepustuannya,” tutur kapolsek.

Walinagari Pulasan, Arwil berharap, adanya solusi agar jembatan sementara bisa dibangun untuk masyarakat jorong Sawah Gadang yang saat ini masih terisolir. Disebutkannya, jika jembatan tersebut tidak segera dibangun, akan menyulitkan warga untuk pergi bekerja. “Semua aktifitas warga, baik bekerja, bertani dan anak sekolah melewati jembatan tersebut, jika tidak segera dibangun jembatan darurat, maka akan membuat warga kesulitan, ditambah lagi pipa saluran PDAM ikut hancur diterjang banjir, jelas akan membuat warga disana menderita,” tuturnya.(e)@sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.