Portal Kabupaten Sijunjung

AISYIAH MUHAMMADIYAH PERINGATI MAULID NABI

0

Keluarga besar Aisyiah Muhammadiyah Kabupaten Sijunjung memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW  1438 Hijriyah, di los tabek Jorong Padang Ranah (perkampungan Adat Nagari Sijunjung).

Peringatan maulid yang dihadiri Wakil Bupati Arrival Boy, diisi dengan berbagai kegiatan bernafas Islam. Diantaranya ceramah agama, MSQ antar murid dan guru Madrasah Ibtidaiyah (MI), penampilan anak RA/TK dan MI serta pembacaan puisi oleh murid SLB Aisyiah Muhammadiyah.

Disamping wakil bupati, peringatan maulid juga dihadiri Asisten Administrasi dan Umum Setdakab Sijunjung, Yofritas, kepala SKPD, camat, walinagari, tokoh dan pemuka masyarakat Sijunjung serta undangan lainnya.

Wabup Arrival berharap kepada seluruh yang hadir menjadikan momentum Maulid Nabi untuk mengevaluasi diri dalam melaksanakan perintah Allah SWT dan menghentikan larangan-Nya.

Nabi Besar Muhammad SAW adalah Nabi terakhir yang sikap dan perbuatan serta kepemimpinan-Nya patut disuri tauladani, terutama bagi umat Islam yang berpedoman kepada Al Quran dan Hadist.

Justru itu, peringatan maulid yang dilakukan setiap tahun, hendaknya jangan hanya sekedar diperingati, tapi jadikanlah momentum ini untuk mengevaluasi diri dalam melaksanakan perintah Allah SWT dan menghentikan larangan-Nya.

“Apakah ketawaqalan kita ada peningkatan dari tahun ke tahun atau tidak. Jika tidak, berarti kita termasuk orang yang merugi. Untuk itu, mumpung masih ada waktu dan kesempatan, lakukan perbaikan sesegera mungkin,” harap Wabup.

Senada dengan Wabup, ustad Syafril, dalam ceramahnya yang cukup panjang juga berpesan kepada seluruh yang hadir agar mensuritauladani sikap dan perbuatan serta kepemimpinan Nabi Besar Muhammad SAW.

“Rasul adalah sosok yang luar biasa. Nabi dan utusan Allah SWT, namun kehidupan Beliau sangat sederhana. Bahkan ketika ada tamu yang datang, tidak ada makanan yang akan disuguhkan oleh istri tercinta, Aisyah,” kata Syafril.

Nabi Muhammad SAW berusaha hidup sederhana dalam kemiskinan, karena Beliau seorang pemimpin yang amanah (jujur) dalam segala hal. Prinsip-Nya lebih baik tidak makan dari pada menelan makan yang tidak jelas asal usulnya.

“Supaya di alam akhirat nanti kita diakui oleh Nabi Muhammad sebagai umat-Nya, berupayalah mengikuti sifat, sikap dan perbuatan-Nya. Terlebih kita yang diberi amanah sebagai pemimpin. Baik pemimpin dalam jemaah dan organisasi, mau pun pemimpin di pemerintahan,” pesan ustad.

Pimpinan Aisyiah Muhammadiyah Kabupaten Sijunjung, Halwizar dalam kesempatan itu memaparkan kondisi dan perkembangan pendidikan yang dikelolah Aisyiah Muhammadiyah. Meski ada kemajuan, namun untuk meningkatkan sarana dan pra sarana yang bermuara kepada peningkatan kualitas dan mutu pendidikan, perhatian dan kepedulian pemerintah daerah sangat dibutuhkan. –nas.sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.