Portal Kabupaten Sijunjung

Tim Sijunjung Nilai Nagari Tanjung Bonai Aur

0

Tj. Bonai Aur, MC Sijunjung – Tim penilai nagari berprestasi tingkat Kabupaten Sijunjung menilai Nagari Tanjung Bonai Aur, Kecamatan Sumpur Kudus, Kamis (19/3). Tim yang diketuai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) Kabupaten Sijunjung,  Khamsiardi, SSTP, M. Si, beranggota 18 orang.

Ke-18 anggota itu, Ny. Analisa Yunanto Masri (TP-PKK Kabupaten Sijunjung), Erik Kurniawan dan Fery Ferdian (DPMN), Dewi Maza Leni (Dinas Dagperinkop UKM), Deswita (Bapppeda), Lidya Alfadhli  (Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes), Budi Aprizaldi (Dinas Kominfo).

Musprianti (Kabid Kebudayaan Disdikbud), Ermawati. B (Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD), Dewi Lusi (Kantor Kesbangpol dan Linmas), Taufik Fadhillah  (Kasi Kerjasama dan Evaluasi Perkembangan Nagari DPMN).

Yulia Astuti (Kasi Pengembangan dan Kapasias Aparatur DPMN), Dewinta Indri Astuti (Kasi Penataan Administrasi Pemerintahan Nagari DPMN). Nasrul Rasyad (pers), Syamsu Anwar (Funsional Umum DPMN) serta Wahyudi G.J, Lola Silviany, Un Masdi dan Rangga Prayoga (THL DPMN).

Pembukaan penilaian yang berlangsung di bawah tenda di halaman Kantor Walinagari Tanjung Bonai Aur, dihadiri Forkopimcam, kepala instansi, walinagari dan ketua Badan Pemusyawaratan Nagari (BPN) se-Kecamatan Sumpur Kudus serta pemerintahan nagari, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang dan masyarakat.

Ketua tim penilai, Khamsiardi mengatakan, penilaian nagari berprestasi merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan pemerintah Kabupaten Sijunjung. Indikator yang dinilai berpedoman pada Permendagri nomor 81 tahun 2015 tentang evaluasi perkembangan desa dan kelurahan yang meliputi penyelenggaraan pemerintahan, penataan kewilayaan dan kemasyarakatan.

Evaluasi bidang pemerintahan, meliputi aspek pemerintahan, aspek kinerja serta aspek inisiatif dan kreativitas dalam pemberdayaan masyarakat dan nagari yang berbasis teknologi informasi serta pelestarian adat dan budaya.

Evaluasi penataan kewilayaan nagari, meliputi aspek identitas nagari, batas nagari, inovasi, tanggap dan siaga bencana serta aspek pengaturan investasi. Sedangkan evaluasi kemasyarakatan, meliputi aspek partisipasi masyarakat, lembaga kemasyarakatan, pemberdayaan kesejahteraan keluarga, keamanan, ketertiban, pendidikan, kesehatan, ekonomi, penanggulangan kemiskinan dan aspek peningkatan kapasitas masyarakat.

Sejalan dengan penilaian indikator yang berpedoman pada Permendagri nomor 81 tahun 2015 tentang evaluasi perkembangan desa dan kelurahan,  juga dinilai kebersihan nagari dan ODF (tidak buang air besar pada sembarang tempat) oleh tim khusus, jelas Khamsiardi. –nas@infopublik.sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.