Portal Kabupaten Sijunjung

Masyarakat Padang Sibusuk Peringati Maulid Nabi

0

Pdg. Sibusuk, MC Sijunjung – Masyarakat Nagari Padang Sibusuk, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW  1441 Hijriyah, di Masjid Jamik, Jumat (15/11) malam.

Peringatan maulid yang diisi dengan ceramah agama oleh ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kupitan H. Jamhur, dihadiri Walinagari Padang Sibusuk, Aprizaldi. D beserta perangkat, para kepala jorong, ketua Badan Permusyawaratan Nagari (BPN), ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN), ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), alim ulama, ninik mamak, cerdik pandai, Bundo Kanduang, generasi muda, kaum muslimin dan muslimat serta segenap pengurus Masjid Jamik.

Aprizaldi. D yang baru satu bulan menjabat Walinagari Padang Sibusuk (dilantik 17 Oktober 2019) mengatakan bahwa ke depan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW akan dilaksanakan setiap tahun di Masjid Jamik yang merupakan masjid Nagari Padang Sibusuk.

“Alhamdulillah, kami pemerintahan nagari telah menggagendakan untuk melaksanakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW setiap tahun, termasuk peringatan hari besar Islam lainnya, seperti Israk Mikrat, Nuzul Quran dan menyambut tahun baru Hijriyah  1 Muaharam yang merupakan tahun kita umat Islam.

Peringatan hari besar Islam itu kita laksanakan di Masjid Jamik yang merupakan masjid Nagari Padang Sibusuk. Tujuannya supaya masyarakat benar-benar merasa memiliki masjid yang cukup megah ini. Agar tujuan tercapai sesuai sasaran dan harapan, dukungan, dorongan dan kerjasama sangat kami harapkan dari segenap lapisan masyarakat, terlebih generasi muda yang akan melanjutkan pembangunan di segala bidang, termasuk dibidang agama. Sementara kami pemerintah nagari akan berusaha semampunya,” kata Walinagari Aprizaldi. D.

Selain menguraikan perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam merubah zaman jahiliah (zaman biadab) ke zaman beradab, dalam ceramah yang cukup panjang ketua MUI Kupitan,  Jamhur juga memaparkan 10 teman iblis dari umat Nabi Muhammad dari dunia sampai ke neraka.

Ke-10 teman iblis itu, hakim yang tidak adil, orang kaya yang sombong, pedagang yang berkhianat, peminum khamar, tukang fitnah, orang yang riya, orang yang memakan harta anak yatim, yang melalaikan shalat, yang enggan membayar zakat dan orang yang terlalu panjang angan-angan.

“Hakim yang dimaksud di sini bukan hanya hakim di pengadilan, tapi termasuk kita sebagai kepala rumah tangga dan pejabat. Selaku kepala rumah tangga bila kita tidak adil terhadap anak, kita termasuk teman iblis.  Waspadailah itu,” pesan Jamhur.

Teman iblis yang kedua, orang kaya sombong. “Kaya sombong, wajar, karena dia kaya. Tapi ada juga orang miskin yang sombong. Sudahlah miskin, sombong pula. Ini tentu keterlaluan,” ulasnya.

Teman iblis, pedagang yang berkhianat, adalah yang menimbang tidak jujur. Peminum khamar, adalah pemabuk dan penyalahgunaan narkoba. Tukang fitnah, penyebar berita hoak dan berita tidak benar. Orang yang riya, bersedekah Rp1.000 diceritakan kemana-mana.

“Orang  yang memakan harta anak yatim, melalaikan shalat,  enggan membayar zakat dan orang yang terlalu panjang angan-angan, juga teman iblis. Karena itu, mumpung ada waktu dan kesempatan, mari kita evaluasi dan tanya diri sendiri. Apakah kita termasuk teman iblis apa tidak. Kalau ia, manfaatkanlah momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini untuk merubahnya, supaya kita selamat di dunia dan diakhirat,” imbau buya M. Jamhur. –nas@infopublik.sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.