Portal Kabupaten Sijunjung

Fraksi PKB Sampaikan Pemandangan Umum

0

Kandang Baru, MC Sijunjung – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kabupaten Sijunjung dalam pemandangan umum terhadap Rancangan  Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Sijunjung tahun 2020, sebagaimana disampaikan ketua fraksi tersebut Amlasta Boy,  pada rapat paripurna, di gedung dewan, Rabu (30/10), berharap kepada pemerintah daerah agar bijak dalam mengelola dan melaksanakan program yang tertuang dalam RPJMD.

Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD H. Bambang Surya Irwan, dihadiri Bupati Sijunjung H. Yuswir Aifin Datuak Indo Marajo, Forkopimda,  pejabat teras Pemkab, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD),  camat se-Kabupaten Sijunjung serta wakil dan segenap anggota dewan.

Amlasta Boy mengatakan, dengan keterbatasan keuangan daerah, hendaknya bupati dan seluruh jajarannya bijak dalam mengelola dan melaksanakan program yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), terutama pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, sehingga ke depan Kabupaten Sijunjung yang secara administrasi sudah lepas dari daerah tertinggal, hari demi hari taraf hidup dan kehidupan masyarakat makin baik.

“Sebagaimana kita ketahui, makin baiknya taraf hidup dan kehidupan masyarakat tidak terlepas dari tingkat kecerdasan dan pola pikir masyarakat itu sendiri dalam mengelola dan memanfaatkan potensi yang ada untuk tambahan pendapatan yang bermuara pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan.

Sedangkan kecerdasan dan pola pikir masyarakat sangat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan. Karena itu, pendidikan harus menjadi perhatian khusus bagi kita semua. Apa lagi kita sudah menempatkan porsi anggaran yang cukup besar untuk urusan pendidikan. Sebagaimana dalam nota keuangan RAPBD tahun 2020 yang disampaikan bupati,  untuk urusan pendidikan, dialokasikan anggaran Rp259.548.609.137,” kata Amlasta Boy.

Dalam pemandangan umumnya Fraksi PKB juga berharap kepada pemerintah daerah Kabupaten Sijunjung tidak diskriminasi antara sekolah umum dengan sekolah agama. Baik dalam pendidikan mau pun dalam alokasi dana, supaya tercipta pendidikan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan sebagai dasar untuk menjalankan kehidupan yang bersih, jujur dan adil.

Banyak pembangunan yang sudah dilakukan, baik pembangunan fisik mau pun non fisik. Mulai dari pembangunan jalan ke daerah tersolir sampai pembangunan gedung sekolah di daerah pedalaman.

Tujuan pembangunan jalan jelas supaya masyarakat memiliki sarana perhubungan yang memadai agar transportasi lancar, hasil pertanian dengan mudah bisa diangkut dan dipasarkan, sehingga ekonomi masyarakat makin membaik. Sedangkan pembangunan gedung sekolah di daerah pedalaman, tujuannya agar anak usia sekolah bisa menuntut ilmu dengan lancar dan biaya yang rendah.

“Namun kita tidak boleh puas dengan hasil pembangunan yang telah dicapai. Kita harus menyeimbangkan hasil antara pembangunan fisik dengan pembangunan mental spritual, agar kehidupan bahagian bisa diraih oleh masyarakat kita,” tegas Fraksi PKB, Amlasta Boy. –nas@infopublik.sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.