Portal Kabupaten Sijunjung

Bupati Sampaikan Nota Jawaban

0

Kandang Baru, MC Sijunjung – Tindak lanjut dari pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Sijunjung tahun 2020, Bupati H. Yuswir Arifin Datuak Indo Marajo, dalam rapat paripurna di gedung dewan, Senin (4/11), menyampaikan nota jawaban atas pemandangan umum fraksi DPRD.

Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD H. Bambang Surya Irwan, dihadiri Wakil Bupati Sijunjung H. Arrival Boy, Forkopimda,  Sekdakab Zefnihan, pejabat teras Pemkab, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD),  camat se-Kabupaten Sijunjung serta wakil dan segenap anggota dewan.

Menanggapi harapan dewan  agar pemerintah daerah, khususnya OPD pengguna anggaran supaya penerapan anggaran sesuai dengan tema RAPBD Kabupaten Sijunjung tahun 2020, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemerataan infrastruktur berbasis pariwisata untuk pertumbuhan ekonomi daerah yang berdaya saing tinggi, bupati mengatakan bahwa pemerintah daerah sependapat dengan harapan dewan.

Bupati mengatakan, anggaran dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan tematik, holistic, integrative dan spasial serta kebijakan anggaran belanja berdasarkan money follows program dengan cara memastikan hanya program yang benar-benar bermanfaat yang dialokasikan dan bukan sekedar karena fungsi OPD yang bersangkutan.

Hal ini mengisyaratkan bahwa pencapaian prioritas pembangunan memerlukan adanya koordinasi dari seluruh pemangku kepentingan, melalui pengintergrasian prioritas daerah/programprioritas/ kegiatan prioritas yang dilaksanakan.

Menjawab pertanyaan dewan masih belum optimalnya kontribusi penerimaan daerah yang disebabkan karena belum membaiknya kondisi dan perkembangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sehingga diperlukan pengkajian dan pembenahan secara menyeluruh, bupati menjelaskan bahwa  saat ini Perusda Kinantan memiliki tiga unit usaha, yaitu  perhotelan, SPBU dan perbengkelan.

Dari ketiga unit usaha itu, belum satu pun yang memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Perhotelan belum memberikan kontribusi signifikan, disebabkan telah banyak berkembangnya usaha perhotelan di Muaro Sijunjung.

Disamping itu, dengan terputusnya jalan utama menuju hotel Bukik Gadang karena pergeseran tanah, kini untuk mengunjungi hotel yang dikelola Perusda Kinantan, terpaksa menempuh jalan belakang, sehingga hunian hotel menurun sampai 90 persen. Akibatnya hotel Bukik Gadang tidak saja belum memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD, tapi juga mengalami kerugian.

Sedangkan usaha perbengkelan, tidak dioperasikan lagi sejak tahun 2012 sampai sekarang, karena tidak adanya tenaga mekanik, jelas Bupati Yuswir Arifin. –nas@infopublik.sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.