Portal Kabupaten Sijunjung

Bentuk Perhatian Kesehatan Masyarakat, Bupati Sijunjung Ikut Menyemprotkan Desinfeksi

0

Tanah Badantuang, MC Sijunjung- Kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Sijunjung, Bupati Yuswir Arifin terus berupaya melakukan pemantauan dan menyemprotan desinfeksi di tempat-tempat umum, mulai dari Masjid, Pasar, Kantor hingga RSUD setempat.

“Kegiatan ini merupakan langkah antisipasi kita demi keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat maupun pasien yang sedang sakit di RSUD,” ungkap Bupati Yuswir dalam arahannya diruang Direktur RSUD Sijunjung, Jumat (20/3).

Kemudian, Ia mengucapkan terima kasih kepada Direktur RSUD yang telah melakukan bebarapa langkah untuk mengantisipasi Covid-19 khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sijunjung.

Ini tidak perlu kita takuti dan tidak perlu kita musuhi. Menurutnya, upaya pencegahan bisa dilakukan dengan menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh dan juga menekankan agar masyarakat tidak perlu panik dan tetap menjalani aktivitas seperti biasa.

Bupati berharap tidak ada satupu masyarakat di Ranah Lansek Manih yang terjangkit virus Covid-19, mari kita selalu bersyukur dan berdoa kepada Allah SWT agar terhindar dari bala dan bencana.

Sebelumnya, Plt. Direktur RSUD dr. Edwin Suprayogi menyebutkan pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk mencegah penyebaran virus covid-19.

“Kita telah melakukan barbagai langkah untuk mengantisipasinya, seperti melakukan deteksi dini covid-19 saat memasuki gedung RSUD. Kemudian, wajib melakukan cuci tangan (hand hygine) dipintu masuk dan kita sudah menugaskan cleaning servis untuk melakukan desinfeksi secara berkala,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga membatasi jumlah pengunjung pasien atau tidak ada jam besuk. “Adapun untuk jumlah pendamping pasien juga dibatasi hanya satu orang pendamping, itupun tidak boleh dibawah 13 tahun dan tidak boleh diatas 60 tahun,” terangnya.

Dikatannya, pihaknya terkendala dengan alat pelindung diri (ADP) bagi tenaga medis.” Kami sedikit ada kesulitan alat pelindung diri (APD). Di pasaran sudah langka, ada pun nilainya naik 300 persen. Namun sejauh ini kami masih menjamin (kebutuhan APD) petugas medis di RSUD Sijunjung demi palayanan yang baik terhadap pasien,” tandasnya. Dicko/infopublik.sijunjung.go.id

You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.